JAKARTA SELATAN - Telah diselenggarakan workshop pendidikan bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru dalam Penanganan Perundungan, Kekerasan, Kekerasan Seksual, dan Disiplin Positif” oleh SMA Kartika VIII-1 Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026. Acara ini berlangsung di ruang Audio Visual sekolah dan dihadiri oleh bapak/ibu guru, karyawan, serta orang tua/wali murid yang tergabung dalam komite sekolah. Workshop menghadirkan narasumber seorang psikolog, Raden Mutiara P. W., M.Psi., yang memberikan pemaparan mendalam mengenai strategi penanganan kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Tujuan utama dari workshop ini adalah meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat pemahaman tentang disiplin positif, sehingga guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai teladan dalam membangun karakter siswa. Dengan adanya keterlibatan komite sekolah, diharapkan terjalin sinergi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak secara sehat.
![]() |
![]() |
Latar belakang penyelenggaraan workshop ini berangkat dari meningkatnya perhatian terhadap isu perundungan dan kekerasan di dunia pendidikan. SMA Kartika VIII-1 Jakarta berkomitmen untuk mengambil langkah preventif sekaligus responsif dalam menghadapi tantangan tersebut. Melalui kegiatan ini, sekolah ingin menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, karyawan, dan orang tua dalam menciptakan budaya sekolah yang inklusif, berempati, serta berorientasi pada kesejahteraan psikologis siswa.
![]() |
![]() |
Baca juga:
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU 2026/2027
Daftar lengkap Prestasi Siswa SMA Kartika VIII-1 dapat dilihat via Link di bawah ini:
DAFTAR PRESTASI SISWA
Daftar Prestasi Siswa Terkini SMA Kartika VIII-1 dapat dilihat via Link di bawah ini:
PRESTASI SISWA TERKINI
Berbakat dalam menulis? Punya tulisan yang menarik? Kirim tulisanmu ke Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. agar dapat berbagi pikiran dengan pembaca lain. Tulisan bersifat inspiratif, fakta atau opini, bukan fiksi, orisinal, serta tidak menyinggung unsur SARA. All credit goes to the author.





